Kontribusi Usaha Kerajinan Rotan (Daemonorops) Terhadap Pendapatan Petani Di Desa Kwang Rundun Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur

Authors

  • Naula Naula Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Mataram, Indonesia
  • Sari Novida Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Mataram, Indonesia
  • Yudi Hermawan Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Mataram, Indonesia

Keywords:

Kontribusi, kerajinan rotan, pendapatan petani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi usaha kerajinan rotan (Daemonorops) terhadap pendapatan petani di Desa Kwang Rundun, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Indonesia merupakan salah satu penghasil rotan terbesar di dunia, dan kerajinan rotan memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama petani yang memanfaatkan waktu luang di luar musim tanam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 30 responden yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan dari usaha kerajinan rotan mencapai Rp 15.057.935 per tahun, yang berkontribusi sebesar 28,39% terhadap total pendapatan petani. Sementara itu, pendapatan utama petani dari usahatani tembakau rajangan mencapai Rp 37.966.883 per tahun. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa meskipun kontribusi usaha kerajinan rotan terhadap pendapatan petani tergolong kecil, usaha ini tetap memberikan peluang diversifikasi sumber pendapatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah memberikan dukungan dalam penyediaan bahan baku dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing produk kerajinan rotan di pasar.

References

Ali, K., Herdiana, H., & Mappanganro, N. (2024). Kontribusi Usaha Tani Kangkung (Ipomoea spp) Terhadap Pendapatan Petani di Desa Lembuak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Anthronomics: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 1(3), 198-203.

Ernawati, dkk. (2021). Strategi pengembangan kerajinan anyaman Purun untuk meningkatkan daya saing. Jurnal Ekonomi Modernisasi, 17(1), 27 40.https://doi.org/10.21067/jem.v17i1.5215

Hariani, E., Muhsin, M., & Hermawan, Y. (2023). Prospek Pengembangan Bambu Tabah Di Luar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (Khdtk) Rarung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah (Studi Kasus Di Desa Pemepek). Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi, 17(1), 47-53.

Islami, H., Herdiana, H., & Rosadi, N. A. (2024). Kontribusi Usaha Kerajinan Eceng Gondok Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani Di Desa Batujai Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok. JIMP: Jurnal Ilmiah Manajemen Profetik, 2(2), 70-78.

Liza Widianti, dkk (2023). Analisis Kontribusi Pendapatan Wanita Tani Pada Industri Anyaman Rotan Terhadap Pendapatan Ibu Rumah Tangga Petani DiKecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah.

Marsaoly, R. (2022). Analisis Pendapatan dan Pengeluaran Rumah Tangga: Implikasi terhadap Kesejahteraan Ekonomi.Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(2), 123-135.

Riswani, R. (2024). Upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan ekspor produk industri rotan ke Inggris. Indonesian Journal of Business and Management,7(1),184–189.https://doi.org/10.35965/jbm.v7i1.3929

Samadi, B.2001. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia.Gerha Ilmu. Yogyakarta.

Soekartawi. (2003). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Jakarta. Penerbit Universitas Indonesia.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usaha Tani (Edisi Revisi). Penebar Swadaya Grup.

Syarifuddin, dkk. (2022). Strategi pengembangan usaha kerajinan anyaman rotan dan bambu melalui pemasaran online di Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep. Bata Ilyas Educational Management Review, 2(2), 1–24. Retrieved from www.ekrut.com

Downloads

Published

2025-10-30