Analisis Laju Usaha Home Industry Tempe Di Kelurahan Abian Tubuh Baru Kecamatan Sandubaya Kota Mataram

Authors

  • Lulu Handayani Universitas Islam Al-Azhar
  • Sari Novida Universitas Islam Al-Azhar
  • Baiq Inggar Linggarweni Universitas Islam Al-Azhar

Keywords:

home industry, tempe, biaya produksi, pendapatan, laju keuntungan

Abstract

Usaha home industry tempe merupakan salah satu kegiatan agroindustri yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta menjadi salah satu sumber pendapatan bagi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi, pendapatan, keuntungan, dan laju keuntungan usaha home industry tempe di Kelurahan Abian Tubuh Baru Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling, penentuan responden dibentuk menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang pengusaha home industry tempe yang di Kelurahan Abian Tubuh Baru Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan meliputi analisis biaya produksi, analisis pendapatan, analisis keuntungan, dan analisis laju keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya tetap usaha home industry tempe sebesar Rp 2.373.374 per tahun, dan rata rata biaya variabel sebesar Rp304.376.096 per tahun, sehingga diperoleh rata-rata total biaya produksi sebesar Rp 306.748.270 per tahun. Rata-rata pendapatan yang diperoleh pengusaha sebesar Rp 455.000.000 per tahun, dengan rata-rata keuntungan sebesar Rp 148.251.730 per tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata laju keuntungan usaha home industry tempe sebesar 48,34%. Hal ini berarti setiap pengeluaran biaya produksi sebesar Rp 100 mampu menghasilkan keuntungan sebesar Rp 48,34. Dengan demikian, usaha home industry tempe di Kelurahan Abian Tubuh Baru Kecamatan Sandubaya Kota Mataram tergolong menguntungkan dan memiliki prospek untuk terus dipertahankan serta dikembangkan.

References

Ali, M., Novida, S., & Hamsyuni, M. (2025). Prospek Pendapatan Usaha Tani Blewah (Cucumis Melo L.) Varietas Bisma Di Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Anthronomics: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 2(4), 443-451.

Andini, G. D. C. P., Sayekti, W. D., & Situmorang, S. (2024). Analisis harga pokok produksi, pendapatan, dan bauran pemasaran agroindustri tempe di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis, 12(1), 9–15.

Arikunto, S. (2021). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arum, W. P., Widjaya, S., & Marlina, L. (2017). Kelayakan usaha dan nilai tambah agroindustri tempe. Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis, 5(2), 164–172.

Badan Pusat Statistik Kota Mataram. (2025). Kecamatan Sandubaya Dalam Angka 2025. Mataram: BPS Kota Mataram.

Badan Pusat Statistik Kota Mataram. (2025). Kota Mataram Dalam Angka 2025. Mataram: BPS Kota Mataram.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Indonesia 2023. Jakarta: BPS.

Badan Standardisasi Nasional. (2015). SNI 3144:2015 Tempe Kedelai. Jakarta: BSN.

Chandra, L. Y. K., Linggarweni, B. I., & Novida, S. (2023). Analisis Pendapatan Usaha Kopi Bubuk Arabika di Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ekonomi dan Bisnis STIE Bisnis Internasional Indonesia (BII), 3(2), 148-155.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2021). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

FAO. (2022). FAOSTAT Crops and Livestock Products. Rome: Food and Agriculture Organization.

Fauzi, F., Yasin, M., & Novida, S. (2025). Studi Komparasi Pendapatan Usahatani Mentimun Varietas Zatavy F1 Dan Semi F1 Di Desa Bilebate Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Anthronomics: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 2(4), 351-358.

Gittinger, J. P. (1986). Economic Analysis of Agricultural Projects (2nd ed.). Johns Hopkins University Press.

Hanafie, R. (2022). Pengantar Ekonomi Pertanian. Yogyakarta: Andi.

Haryono, D. (2022). Analisis biaya produksi pada industri rumah tangga tempe. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(1), 55–66.

Hidayah, N., Linggarweni, B. I., & Nirmawati, N. (2025). Analisis Pendapatan Usaha Tani Tumpang Sari Cabai Rawit Dan Kacang Tanah Di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. MASHLAHAH, 4(2), 95-104.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2024). Statistik Pertanian 2024. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2022). Marketing Management (16th ed.). Pearson.

Mankiw, N. G. (2021). Principles of Economics (9th ed.). Cengage Learning.

Novida, S., Linggarweni, B. I., & Mapanganro, N. (2022). Pelatihan Pembuatan Kemasan dan Foto Produk Pangan Olahan Bagi Enterpreneur Milenial di Kota Mataram. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(1), 145-149.

Prangge, M. A. J., Muhsin, B. I. L., & Linggarweni, B. I. (2023). Perbandingan pendapatan petani bawang putih sebelum dan sesudah penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di Kecamatan Sembalun Lombok Timur. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 3(1).

Puspitasari, E. (2021). Analisis pendapatan usaha agroindustri tempe. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(2), 115–124.

Rahim, A., & Hastuti, D. R. D. (2021). Sistem Manajemen Agribisnis. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2020). Economics (20th ed.). McGraw-Hill.

Saputro, A. (2021). Analisis usaha industri rumah tangga tempe. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(1), 67–78.

Sari, A. P., Hendrarini, H., & Nurhadi, E. (2024). Assessment of GMP compliance in tempe production. Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, 26(1), 81–93.

Soekartawi. (2021). Analisis Usahatani. Jakarta: UI Press.

Soekartawi. (2022). Agribisnis: Teori dan Aplikasinya. Jakarta: Rajawali Pers.

Soka, A. B. R., Sasongko, T., & Setyawan, D. (2015). Strategi Pemerintahan Desa Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Melalui Sektor Home Industry. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP), 1(1).

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.

Suryani, N. (2021). Analisis keuntungan usaha pengolahan kedelai menjadi tempe. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 17(2), 120–130.

Tambunan, T. T. H. (2021). UMKM di Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Wulandari, R. (2022). Analisis pendapatan home industry tempe. Jurnal Agribisnis, 11(1), 45–56.

Yunitasari, A., & Nurmalina, R. (2024). Faktor-faktor yang memengaruhi kinerja usaha pelaku usaha tempe Kampung Rawa Jakarta Pusat. Forum Agribisnis, 14(1), 35–4

Zuhda, H., Herdiana, H., & Novida, S. (2023). Analisis Efisiensi Pemasaran Gula Semut Di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi, 17(1), 54-59.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Handayani, L., Novida, S., & Linggarweni, B. I. (2026). Analisis Laju Usaha Home Industry Tempe Di Kelurahan Abian Tubuh Baru Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Spectrum: Multidisciplinary Journal, 3(3), 131–139. Retrieved from https://journals.sanusantara.com/index.php/spectrum/article/view/500