Pemberian Poc Berbahan Dasar Limbah Pasar Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit Di Uptd Balai Benih Hortikultura Provinsi Jawa Barat
Keywords:
Pupuk Organik Cair, Limbah Sayur, Selada, SawiAbstract
Pupuk organik cair adalah pupuk yang dihasilkan dari campuran bahan mudah terdekomposisi, mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah karena mengandung nutrisi yang mempunyai dampak meningkatkan pertumbuhan tanaman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pupuk cair dari limbah sayur (selada dan sawi) terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan satu faktor yaitu tingkatan konsentrasi POC yaitu 5 perlakuan dengan 4 pengulangan dalam setiap perlakuan. Perlakuan tersebut antara lain; (tanpa perlakuan), P1 (POC limbah sayur konsentrasi 10 mL), P2 (POC limbah sayur konsentrasi 15 mL), P3 (POC limbah sayur konsentrasi 20 mL), P4 (POC limbah sayur konsentrasi 25 mL). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, dan jumlah daun. Penelitian ini telah membuktikan bahwa perlakuan pupuk organic cair yang mengandung limbah sayur berdampak terhadap semua variabel pengamatan pertumbuhan dan hasil.
References
Ayu, Andayani Sri. 2016. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi cabai rawit merah. Jurnal Penelitian Universitas Majalengka. 1(3)
BPS, 2013. Produksi cabai besar, cabai rawit, dan bawang merah Provinsi Jawa Barat tahun 2012. Berita Resmi Statistik BPS Propinsi Jawa Barat.
Darwin H. Pangaribuan, Yohannes Cahya Ginting, Lucky Purwa Saputra & Hairani Fitri. 2017. Aplikasi pupuk organik cair dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan, produksi, dan kualitas pascapanen jagung manis (Zea mays var. Saccharata Sturt.). J. Hort. Indonesia. 8(1): 63.
Hardiman, Amma. 2010. Pengertian limbah padat. Diakses di https://www.scribd.com/doc/34144034/PENGERTIAN-LIMBAH-PADAT pada 17Juni2019
Ismul Mauludin Al Habib, Dwi Suciningtyas Sukamto, Lila Maharani. 2017. Potensi mikroba untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsium frutescens L.). Jurnal Folium. 1(1): 32.
Muhamad Ilyasa, Sumihar Hutapea & Abdul Rahman. 2018. Respon pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsium frutescens L.). Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian.3(1): 44.
Sunarsih. (2018). E. 2014. Konsep pengolahan limbah rumah tangga dalam upaya pencegahan pencemaran lingkungan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 5(3).
Waida dan Suryaningsih, Ni LS. 2016. Analisis kandungan unsur hara pupuk organik cair dari limbahrumah tangga di kabupaten Merauke. Agricola. 6(1):26-27
Yuanita. 2017. Pemanfaatan sampah limbah rumah tangga sebagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacaol). Buletin Loupe. 14(01):39-40.Ananda. (2015). Review : Aktivitas Tanaman Lidah Buaya ( Aloe vera Linn) Sebagai Penyembuh Luka. Jurnal Farmaka, 15(2), 82-89.









